RSS

Autumn In Paris

04 Oct

Dari semua rangkaian novel romantis empat musim, karya Ilana Tan. Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo, dan Spring In London. Saya akan lebih dulu membuat resensi untuk novel Autumn In Paris, karena ini buku yang paling saya suka dari keempat seri four season yang ditulis Ilana Tan.

Author : Ilana Tan

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis :

Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup… sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya… juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa… arti tak berdaya… Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup…

Seandainya masih ada harapan – sekecil apa pun – untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya pada harapan itu…

Autumn In Paris adalah novel yang menceritakan kehidupan Tara Dupont gadis blasteran Perancis-Indonesia yang tinggal bersama Ayahnya di Paris selepas kedua orangtuanya bercerai. Bisa dikatakan Tara memiliki segalanya. Dia memiliki Ayah yang sangat menyayanginya, yang kebetulan juga pemilik beberapa Klub ternama di Perancis. Tara juga memiliki karir yang bagus sebagai penyiar di salah satu Radio terkenal di Paris. Ayah yang kaya dan mencintainya, karir yang bagus, teman-teman yang baik, membuat siapa saja mengira Tara memiliki hidup yang sangat sempurna. Tara sendiri berpikiran demikian, ia merasa dirinya sudah memiliki semua yang dia inginkan, kecuali mungkin cinta.

Tara sangat menyukai Sebastien Giraudeau seseorang yang sudah sangat lama menjadi sahabat Tara. Tara tidak pernah menyatakan perasaan terpendamnya pada Sebastien, ia lebih memilih menunggu Sebastien menyadari perasaannya lebih dulu.

Disisi lain Tatsuya Fujisawa seorang arsitek muda yang begitu membenci Paris dan musim gugur, memutuskan meninggalkan Jepang dan pergi ke Paris yang dibencinya. Untuk menemui seseorang di masa lalu Ibunya, seseorang yang secara tidak langsung sudah menghancurkan hidupnya.

Lewat Sebastien. Tara dan Tatsuya bertemu, sejak awal pertemuan mereka masing-masing memiliki ketertarikan satu sama lain. Tara beranggapan Tatsuya laki-laki yang sangat baik, penuh rahasia yang selalu membuatnya tidak pernah berhenti memikirkan Tatsuya. Hingga ia pelan-pelan mengalihkan perasaanya untuk Sebastien ke Tatsuya. Tidak berbeda dengan Tara, Tatsuya pun memiliki ketertarikan pada gadis itu, sejak pertama kali ia melihat Tara yang tanpa disadari oleh Tara sebelumnya, Tatsuya sudah menaruh hati pada sosok Tara. Gadis itu membawa kecerian tak terjelaskan untuknya, membuatnya yang begitu menbenci Paris dan musim gugur bisa melewati semuanya dengan banyak senyuman.

Di tengah semakin mendalam perasaan keduanya, fakta mengejutkan terkuak. Masa lalu Tatsuya, tujuannya datang ke Paris, seseorang yang begitu dibencinya. Semua menghubungkannya pada satu nama “Tara Dupont’ gadis yang sangat dicintainya.Fakta masa lalu yang menyakiti keduanya, menghancurkan keyakinan, dan mengikis semua harapan yang mereka miliki… Hingga keadaan memaksa mereka untuk mengubur semua perasaan cinta mereka yang tidak mungkin dipersatukan.

Empat jempol buat novel ini. Mba Ilana Tan memang penulis yang tidak diragukan lagi keromantisannya dalam membuat sebuah tulisan. Semua tergambar jelas di keempat novel seri empat musimnya, Ilana Tan berhasil menghadirkan perasaan disetiap kata-kata dalam novelnya, walaupun itu terbilang adegan yang sangat sederhana.  Apa yang dirasakan tokoh-tokoh dalam novel ini seperti bisa kita rasakan juga. Perasaan sakit dan kesedihan berhasil ditularkan novel ini kepada pembacanya dengan sempurna, membuat pembaca dibuat menangis saat membuka lembaran novel ini… (saya termasuk yang menangis baca novel ini hihi..)

Novel 265 halaman ini mengakhiri ceritanya dengan Sad ending. Tapi walaupun begitu, itu tidak menjadikan pembaca marah dan kecewa pada penulisnya. Sekali lagi hebatnya dalam novel ini, penulis mengajak pembaca untuk menerima bahwa akhir seperti itu lah yang terbaik untuk tokoh-tokoh dalam novel ini.

Advertisements
 
17 Comments

Posted by on October 4, 2011 in Resensi Buku/Novel

 

Tags: , , ,

17 responses to “Autumn In Paris

  1. nadine

    October 4, 2011 at 7:30 am

    Ilana tan ada web atau twitternya gak?

     
  2. wongkamfung

    October 4, 2011 at 1:13 pm

    Seolah-olah saya sedang membaca ulasan yang ditulis sendiri oleh pengarangnya. Kapan ikut Talas Blogor lagi?

    Salam persahablogan 😉

     
    • nyonyakim

      October 4, 2011 at 1:30 pm

      Makasih… pengen bangat ikutan Talas Blogor, lain kali kalo ada Talas Blogor InsyaAllah ikutan… Salam Persahablogan juga Kang.

       
  3. Putri Lintang

    February 6, 2012 at 1:28 pm

    saat gue udah selesai baca novel ini
    tnpa gue sdari gue nangis
    gue terharu dngan ceritnya
    ceritanya nyentuh bangetttt dahhh
    i like it

     
  4. eka rezky ramadhany

    April 1, 2012 at 9:59 pm

    astaga tanpa sadar aku nangis membaca novel itu

     
  5. traumerdreamer

    May 5, 2012 at 7:12 pm

    duh….autumn in paris yang paling bikin nyesek TT – TT

     
  6. nurida

    July 4, 2012 at 6:23 pm

    abis seneng2 baca summer in seoul, eh jadi nyesek ngga karuan setelah baca yg ini. harusnya tatsuya ngga perlu mati T_T

     
  7. mustika rini

    July 19, 2012 at 5:05 pm

    saya juga yg termasuk dibikin nangis sm ilana tan.
    gk pernah sekalipun nangis gara2 baca novel, pas baca autumn in paris…gilaaa air mata netes gt aja tanpa d suruh..
    ilana tan keren daah..

     
  8. Nadya

    September 27, 2012 at 9:48 pm

    novelnya keren banget. bagus karena sad ending. entah kenapa, novel sad ending yang nyesek itu, menurutku novel yang bagus. feelnya kena banget 🙂

     
  9. ika

    January 5, 2013 at 6:45 pm

    like it

     
  10. mamidaraa

    March 20, 2013 at 4:59 pm

    ya ampun. aku nangis berkali-kali gara-gara kekejaman Mbak Ilana dalam memproduksi buku kayak AUTUMN IN PARIS. sumpah mbak Ilana udah kejem banget bikin prasaanku modar begini. *numpang curhat.
    sampek pas pertama kali baca novel ini yang kulahap langsung dalam SEHARI (beberapa jam), malemnya aku langsung susah tidur. DEGG! jantungku langsung jeleb pas baca bagian Tatsuya kaget sama kehadirannya Monsieur Jean-Daniel .. dan Tara manggil orang itu “Papa”.
    Huwaaaaa..

     
  11. kareneilka

    April 29, 2013 at 2:53 pm

    ADA YANG MENJUAL buku yang judulnya Summer in Seol or Spring in London gak?
    -Karene-
    dwinatakarene@yahoo.com / dwinatakarene@gmail.com

     
  12. Ika

    November 25, 2013 at 10:37 am

    ceritanya bagus dan alur ceritanya susah ditebak.

    ikaangraeni.student.ipb.ac.id

     
  13. afra febrina banaja

    April 28, 2014 at 4:29 pm

    bonjour !
    bbrp tahun yg lalu sy baca winter in tokyo kado ulangtahun pemberian seseorang (dia yang tak boleh disebut namanya) 😉
    tapi baru tahun 2014 ini saya baca mulai dari summer in seoul, spring in london yang semuanya happy ending n last autumn in paris yg sukses bikin saya banjir airmata
    (langsung ngebayangin kalo keempat novel ini dibuat drama kayak drama2 korea)

     
  14. Dinda

    October 22, 2014 at 1:45 pm

    alurnya susah d tebak kirain walau Tatsuya ank kandung Jean-Daniel,aku udh nebak Tara yg bkn ank Jean-Daniel ..Ternyataaaa huwaaaa …
    knpa harus sad ending sih 😦
    ilana tan kejam bgd bkin smua pembaca nangis ..
    klo boleh buat crita Tara yg bahagia, pake acara Tatsuya mnnggal lg 😦

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: