RSS

Leafie, A Hen Into The Wild

07 Mar

Leafie, A Hen Into The Wild (마당을 나온 암탉)

Directed By : Oh Sung-Yoon

Written By : Hwang Sun-Mi (novel), Na Hyun, Kim Eun-Jung

Starring : Moon So-riChoi Min-shikYoo Seung-ho, Park Cheol Min

Leafie, A Hen Into The Wild, sebuah film animasi buatan Korea Selatan yang di rilis pada bulan Juli 2011. Film animasi ini menceritakan tentang seekor ayam petelur bernama ‘Leafie’ (Moon So Ri) yang selalu bermimpi untuk keluar dari peternakan, tempat yang selama ini mengurungnya. Ia juga memiliki impian terpendam lainnya, ia ingin mengerami telurnya sendiri hingga menetas, impian-impian yang rasanya sangat sulit terwujud.

Walaupun terkesan sulit, Leafie tidak putus asa, ia tetap berusaha mencari jalan keluar dari dalam perternakan, mulai dari membiarkan dirinya tidak makan berhari-hari agar tubuhnya kurus dan ia bisa keluar melalui sela-sela kandang tempatnya berada. Sayang rencana itu belum berhasil membawa Leafie keluar perternakan, Leafie malah jatuh pingsan karena tubuhnya melemah berhari-hari tidak makan.

Pingsannya Leafie tanpa ia sadari justru membawanya keluar dari perternakan. Sang pemilik peternakan yang menyangka Leafie mati alih-alih pingsan, membawanya bersama ayam-ayam petelur yang mati lainnya untuk di buang ke sebuah lubang besar di hutan kecil dekat perternakan, membuat Leafie luar biasa senang saat mendapati dirinya sudah berada diluar perternakan. Leafie tidak menyadari bahwa lingkungan diluar perternakan tidak sebersahabat yang dibayangkannya, ia nyaris menjadi santapan musang bermata satu yang sangat ganas, beruntung ia ditolong oleh seekor bebek liar yang sangat gagah, karismatik dan mempesona (gambarannya beneran kayak gitu) bernama Nagnae.

Saat pertama kali melihat dan menerima bantuan dari bebek liar itu Leafie langsung semacam terpesona oleh Nagnae, sayang Nagnae sudah memiliki pasangan, dan Leafie pun merasa mereka pasangan yang sangat serasi (patah hati si Leafie hihi..)

Sayangnya kebahagian Nagnae dengan pasangannya tidak berlangsung lama, Nagnae harus menerima kenyataan pahit, pasangannya yang sedang mengerami telur buah cinta mereka harus menjadi mangsa sang Musang bermata satu yang juga merupakan musuh besar Nagnae.

Di tengah kesedihannya Nagnae menemukan Leafie sudah berada di sarang tempat dimana pasangannya mengerami telur. Leafie dengan senang hati menggantikan posisi pasangan Nagnae untuk mengerami telur, ini memang satu kesempatan yang amat sangat ditunggu oleh Leafie, mengerami telor adalah impiannya sejak melihat telor-telornya dibawa begitu saja keluar dari perternakan. Maka dengan kesedian Leafie, Nagnae memutuskan untuk membiarkan telor itu dierami Leafie, dan meminta Leafie untuk menjaga telur itu sementara ia akan membuat semacam perhitungan dengan Musang bermata satu. Sayangnya dalam pertarungan melawan sang Musang bermata satu, Nagnae harus tewas.

Membuat Leafie mau tidak mau harus menjaga dan mengurus telur yang tidak lama setelah kematian Nagnae, menetas menjadi seekor anak bebek lucu yang langsung memanggil Leafie dengan panggilan Ibu.

Leafie sangat senang saat untuk pertama kalinya ada yang memanggilnya Ibu, ia langsung mencurahkan cintanya pada bayi bebek yang dieraminya. Leafie lalu memberi nama bayi bebek itu “Chorok” (초록) atau Greenie karena bayi bebek itu memiliki rambut hijau (Jambul) seperti Nagnae. Leafie lalu membawa Greenie pergi ke sebuah lahan yang sangat hijau dan indah untuk memulai kehidupan barunya bersama dengan Greenie. Dibantu oleh Dalsu (Park Cheol Min) seekor berang-berang yang berprofesi sebagai makelar tempat tinggal, akhirnya Leafie dan Greenie memulai hidup baru mereka bersama beberapa kawanan hewan yang lain di tempat itu.

Seiring berjalannya waktu, saat Greenie perlahan-lahan tumbuh menjadi bebek dewasa. Banyak hal tidak menyenangkan terjadi dalam hubungan Leafie dan Greenie. Greenie yang mulai menyadari ia dan Leafie begitu berbeda merasa sangat tidak nyaman dengan ejekan dari teman-temannya yang mengatakan ia dan ibunya adalah dua makhluk yang sangat berbeda, membuat Greenie semakin merasa tidak nyaman berada bersama Leafie. Di usianya yang menginjak remaja Greenie mulai mencari tahu sendiri siapa sebenarnya dia dan seperti apa orangtuanya, keingintahuan yang menyebabkannya hampir terperangkap di peternakan tempat Leafie terkurung dulu, beruntung Leafie di bantu teman-teman binatang lainnya berhasil menyelamatkan Greenie. Kejadian itu membuat Greenie memahami betapa Leafie menyayanginya.

Keduanya kembali hidup dengan rukun, namun Leafie tidak bisa menutup mata atas kedewasaan Greenie, insting Greenie untuk menjadi bebek liar dewasa yang terbang bersama kawanannya mengharuskan Leafie, demi kebaikan Greenie, harus rela melepaskan Greenie menjadi bebek liar yang bebas. Dengan segala kesedihan dari rasa kehilangan yang dipendamnya Leafie menghantarkan Greenie menjadi pemimpin kawanan bebek liar, sama seperti Nagnae dulu. Greenie sebenarnya tidak pernah tega meninggal Leafie dalam keadaan yang sudah lemah karena usia, tapi Leafie mendesak Greenie untuk tetap melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. “Tempatmu adalah bersama kawananmu… aku akan selalu menunggumu disini, sampai kau datang kembali padaku.” Itu yang dikatakan Leafie saat melepas Greenie untuk memimpin kawanan bebek liar berimigrasi.

Sayang kenyataan di kehidupan hutan liar yang penuh dengan ancaman dan upaya bertahan hidup masing-masing penghuninya, membuat Leafie tidak bisa menepati janjinya pada Greenie. Leafie merelakan hidupnya untuk hidup binatang lain yang ia rasa lebih layak untuk bertahan hidup ketimbang dirinya.

Leafie, A Hen Into The Wild adalah film animasi yang diadaptasi dari sebuah novel karya Hwang Sun Mi. Awalnya tidak ada yang pernah memprediksi film ini akan mendapat sambutan hangat dari para pecinta film di Korea, tapi tanpa di duga film ini menjadi film animasi yang berhasil merajai box office di Korea, dan mendapat penghargaan ‘Film Animasi Terbaik‘ di ajang ”5th Asia Pacific Screen Award”

Untuk saya ini mungkin film animasi yang paling mengharu biru. Perasaan yang dirasakan para tokoh-tokoh hewan dalam film ini begitu terasa, tergambarkan dengan sangat baik, membuat hewan-hewan yang berada dalam film ini terkesan begitu hewani (pengennya sih nyebut manusiawi). Kalau selama ini kita sering melihat Drama Korea atau Film Korea yang penuh dengan rasa kasih sayang dan kesedihan, film ini adalah versi animasi yang menggambarkan hal yang sama. Tidak melulu hanya kelucuan yang kita dapat saat melihat film ini, kita juga bisa merasakan keharuan dan kesedihan di dalamnya… film animasi yang sangat layak untuk ditonton (ambil tisu, usap air mata huhu…)

“Terima kasih kepada Goodreads Indonesia yang sudah memberi kesempatan pada saya untuk ikutan nonton bareng film ini… seru.”

Leafie, A Hen Into The Wild – Trailer

credit : panggungmusik

IU – Wind Melody (Leafie, A Hen Into The Wild Ost)

credit : mayries13

Source : Hancinema

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on March 7, 2012 in Review Film/Drama

 

Tags: , , , , , , ,

2 responses to “Leafie, A Hen Into The Wild

  1. Febriansyah

    March 30, 2013 at 9:55 am

    Film ini bikin gw sadar, btapa berharganya sosok ibu.. trimakasih leafie, hidupmu benar2 berarti bahkan untuk musuhmu sendiri…

     
  2. Fania

    April 22, 2016 at 2:02 pm

    Setelah lihat filmnya, saya sangat terharu atas pengorbanan Leafie untuk Grenie

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: