RSS

My Way (마이 웨이)

04 Sep

My Way (마이 웨이)

Directed By : Kang Je Gyu

Written By : Kim Byung In, Na Hyun, Kang Je Gyu

Starring : Jang Dong Gun, Joe Odagiri, Fan BingBing, Kim In Kwon, Lee Yeon Hee.

Film ini mengambil setting di tahun 1928, di masa pendudukkan Jepang atas Korea. Kim Jun Shik kecil, beserta ayahnya dan adiknya Kim  Eun Soo, bekerja di sebuah perkebunan milik keluarga Jepang, Hasegawa. Dalam keluarga itu si kecil Jun Shik bertemu dengan Tatsuo Hasegawa, cucu dari keluarga Hasegawa. Mereka berdua memiliki ketertarikan yang sama pada olah raga lari, sejak pertama kali bertemu mereka sudah saling bersaing untuk mengalahkan satu sama lain, menempatkan diri sebagai yang tercepat dari yang lainnya.

Persaingan mereka berlanjut hingga mereka remaja, silih berganti mereka menjadi juara di kejuaraan marathon, jika Kim Jun Shik berhasil meraih gelar juara, Tatsou akan berada diposisi kedua, begitu pun sebaliknya, saat Tatsuo berada diposisi juara, Jun Shik akan menempati posisi kedua, begitu seterusnya. Hingga suatu hari tragedi yang menewaskan Kakek Tatsuo terjadi, dalam sebuah pesta perayaan kemenangan atas Tatsuo dalam kejuaraan marathon. Teroris Korea mengirimkan sebuah bom, yang meledak tepat di pegangan Kakek Tatsuo. Keluarga Tatsuo menyalahkan Ayah Jun Shik atas kejadian ini, karena ia yang menerima dan memberikan paket itu pada Kakek Tatsou. Kejadian itu membuat keluarga Jun Shik terusir dari kediaman keluar Hasegawa.

Di tahun 1938, Kim Jun Shik (Jang Dong Gun) menjadi seorang penarik becak, untuk menghidupi ayahnya yang sakit-sakitan selepas penyiksaan yang dilakukan pemerintah Jepang atas tragedi pengeboman itu. Saat itu Jun Shik dikenal sebagai penarik becak yang sangat cepat berlari.

Jun Shik tidak lagi menjadi pelari marathon, karena pada saat itu pelari korea dilarang untuk berpartisipasi dalam kejuaraan marathon mana pun. Hingga seorang pelari senior Korea Sohn Ki Jung membantunya untuk kembali bisa berpatisipasi dalam kejuaraan marathon. Akhirnya Jun Shik berhasil mengikuti kompetisi, sayang pihak Jepang melakukan kecurangan saat kompetisi tersebut, Jun Shik yang berhasil mendapatkan posisi pertama, tiba-tiba didiskualifikasi dengan alasan melakukan kecurangan pada pelari Jepang bernama Kimura, dan juri memutuskan untuk menobatkan Tatsuo sebagai pemenang dalam kejuaraan tersebut.

Sontak rakyat Korea yang mendukung Jun Shik tidak terima dengan keputusan itu, semua pendukung Kim Jun Shik langsung menyerang pihak Jepang yang mengambil keputusan itu. Terjadi perkelahian antara pendukung saat itu yang berakhir dengan ditangkapnya ratusan pemuda Korea, termasuk di dalamnya, Jun Shik, sahabat Jun Shik, Lee Jong Dae, dan seorang pelajar muda bernama Min Woo. Oleh pengadilan Jepang mereka dan 100 rakyat Korea lainnya, diputuskan untuk menjadi tentara Jepang dan dikirim ke medan perang untuk membela Jepang dalam pertempuran melawan Uni Soviet.

Di medan perang Jun Shik kembali bertemu dengan Tatsuo, yang sekarang telah menjadi seorang kolonel yang ditugaskan untuk memimpin satuan tentara Jepang, menggantikan pemimpin sebelumnya Takakura, yang diperintahkan pemerintah Jepang untuk melakukan Harakiri (Bunuh diri). Dalam kepemimpinan Tatsuo, Jun Shik bersama teman-teman tentara Koreanya mengalami banyak penyiksaan, Tatsuo yang sejak awal selalu menganggap Jun Shik sebagai musuhnya selalu mencari cara untuk membuat Jun Shik dan teman-temannya menghadapi masa sulit. Namun Jun Shik tetap berusaha bertahan.

Hingga pada suatu hari di medan perang ia berhasil menangkap seorang penembak jitu wanita asal Mongolia, bernama Shirai (Fan BingBing). Sama seperti tahanan perang lainnya, Shirai mengalami penyiksaan dari tentara Jepang, membuat Jun Shik merasa kasihan dengan penderitaan yang dialimi Shirai. Diam-diam Jun Shik mendatangi tempat Shirai disekap untuk memberikan benda berharga milik gadis itu yang berupa foto keluarga Shirai, keluarga yang dibunuh oleh tentara Jepang.

Kekejaman kepemimpinan Tatsou terus berlanjut, ia memilih beberapa orang Korea, termasuk Jun Shik di dalamnya untuk melakukan penyerangan bunuh diri, saat menghadapai tentara Uni Soviet. Mereka diminta untuk menghancurkan tank-tank Uni Soviet dengan bom yang mereka bawa dengan tubuh mereka. Jun Shik jelas menolak perintah yang diberikan Tatsou. Menurutnya, sangat tidak masuk akal mengorbankan nyawa mereka untuk Negara lain (Jepang), terlebih mereka bergabung dalam perang ini karena terpaksa. Penolakan Jun Shik, kembali membuat dirinya mengalami penyiksaan, dan ia pun dijebloskan ke penjara yang sama dengan Shirai.

Malam sebelum pertempuran antara Jepang dan Uni Soviet, Lee Jong Dae dan beberapa teman Jun Shik yang diperintahkan untuk melakukan penyerangan bunuh diri, mendatangi Jun Shik di penjara untuk membawa Jun Shik kabur dari camp, bersama Shirai akhirnya mereka berhasil meninggalkan camp. Saat mereka sudah akan menaiki perahu untuk meninggalkan daerah camp, Jun Shik tiba-tiba melihat serombongan besar pasukan Uni Soviet yang akan menyerang camp mereka, membuat Jun Shik seketika mengurungkan niatnya untuk kabur, ia bahkan berniat kembali untuk memberitahukan tentang penyerangan ini. Ia tidak bisa mengabaikan kepeduliannya pada teman-teman Korea yang masih ada di dalam camp mereka. Akhirnya Jun Shik kembali ke medan perang, untuk memperingatkan Tatsuo agar ia memerintahkan pasukan untuk mundur karena banyaknya pasukan Uni Soviet yang menyerang mereka. Tapi Tatsuo jelas tidak mengikuti permintaan Jun Shik ia tetap menyuruh pasukannya untuk maju, ia juga tetap menjalankan rencana penyerangan bunuh diri, Tatsuo bahkan menembak mati para prajurit yang berniat untuk mundur.

Pertempuran berakhir dengan banyaknya korban tentara Korea dan Jepang, sementara tentara Jepang dan Korea yang masih hidup, termasuk Tatsuo dan Kim Jun Shik menjadi tahanan tentara Uni Soviet, dan dibawa ke markas tentara Uni Soviet di Perm, Rusia. Mereka dijadikan semacam tentara yang melakukan kerja paksa untuk Uni Soviet. Di tempat itu Jun Shik kembali bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dulu melarikan diri dari camp, Lee Jong Dae, sekarang sudah diangkat oleh Uni Soviet sebagai pemimpin untuk pasukan kerja paksa dan mengganti namanya menjadi Anton. Fakta ini membuat keadaan saat di camp dulu menjadi sebaliknya, disini dengan kekuasaan yang Jong Dae punya ia bisa menyiksa tentara Jepang seperti yang dilakukan Jepang pada tentara Korea dulu.

Tatsuo yang sudah kehilangan kekuasaannya tidak bisa lagi memberi perintah seenaknya, ia bahkan sering menjadi korban penyiksaan tentara Uni Soviet karena kekeraskepalaannya untuk tetap membela Negaranya. Orang-orang yang dulunya begitu taat dan setia padanya satu persatu meninggalkannya, membuat Tatsuo sadar bahwa caranya dan keegoisannya dalam memimpin, salah.

Tahun 1940, Jerman mendeklarisikan perang dengan Uni Soviet, menjadikan Jun Shik, Tatsuo dan tentara-tentara tahanan lainnya dipaksa untuk maju ke medan perang membela Uni Soviet. Pertempuran yang menewaskan hampir seluruh tentara tahanan, kecuali Tatsuo dan Jun Shik yang berhasil selamat.

Jun Shik, mengajak Tatsuo untuk pergi bersama ke wilayah kekuasaan Jerman untuk minta perlindungan Jerman, karena Jerman merupakan sekutu dari Jepang. Awalnya Tatsuo ragu untuk menerima ajakan Jun Shik, walaupun kebencian pada Jun Shik tidak separah dulu, tapi Tatsuo jelas masih enggan berteman dengan Jun Shik. Namun, tidak ada pilihan lain, Tatsuo akhirnya setuju untuk melakukan perjalanan bersama Jun Shik. Mereka melintasi gunung di tengah cuaca musim dingin yang mematikan. Di tengah perjalanan, Tatsuo merasakan luka di perutnya yang ia dapat saat pertempuran semakin parah, membuat Jun Shik terpaksa menggendong Tatsuo selama sisa perjalanan mereka.

Sampai di daerah kekuasaan Jerman, Jun Shik meninggalkan Tatsuo yang terluka parah di sebuah rumah warga yang sudah kosong ditinggalkan penghuninya, sementara dirinya berusaha mencari pertolongan. Jun Shik bertemu serombongan tentara Jerman, berusaha memberitahukan bahwa ada tentara Jepang yang terluka parah, namun karena tentara Jerman tidak mengerti apa yang dikatakan Jun Shik, alih-alih memberikan bantuan mereka malah menangkap Jun Shik.

Setelah itu mereka kembali terpisah, Tatsuo yang selamat, masuk ke sebuah satuan di Normandia, Perancis. Selama perjalanannya Tatsuo selalu mencari Jun Shik, ia masih berharap Jun Shik hidup, dan ia akan bertemu dengan Jun Shik lagi. Harapan Tatsuo terkabul, ia bertemu dengan Jun Shik di satuan yang sama. Tapi sayang Jun Shik sudah tidak bisa mendengar sekarang, telinganya terluka saat menyelamatkan Tatsuo dipertempuran antara Uni Soviet dan Jerman dulu. Di satuan Normandia, Perancis, persahabatan mereka terjalin semakin erat, dan melihat impian Jun Shik untuk tetap menjadi pelari masih begitu besar, Tatsuo memiliki keinginan untuk memulangkan Jun Shik ke Korea, kembali pada keluarganya dan menjadi pelari seperti yang dicita-citakannya.

Tatsuo akhirnya merencanakan pelarian bersama dengan Jun Shik, dengan bantuan seorang prajurit bernama Karim, Tatsuo berencana untuk menyusup masuk ke truk makanan yang akan membawa mereka ke pelabuhan tempat dimana kapal yang akan membawa mereka kembali ke Korea berada. Rencana itu dibuat Tatsuo sehari sebelum dikirimnya pasukan mereka ke medan perang melawan Amerika.

Sayangnya perhitungan Tatsuo, semua rencana yang telah ia susun dengan sangat baik, harus berantakan dengan adanya penyerangan tentara Amerika ke camp mereka. Berhasilkah Tatsuo membawa Jun Shik kembali ke Korea, dan mewujudkan impian Jun Shik menjadi pelari marathon nomor satu kelas dunia…

“Ini film bersetting perang kesekian yang saya tonton. Film ini sangat pandai merubah emosi penontonnya, kita bisa dibuat marah, sedih, miris, dalam berbagai scene yang ditampilkan dalam film ini. My Way, menceritakan perjuangan yang sangat luar biasa dari seseorang atas mimpinya. Penggambaran setting medan perang yang terasa begitu nyata, bagaimana kacaunya situasi pemerintahan saat masa perang, tersampaikan dengan sangat baik dalam film ini. Salah satu film yang sangat layak untuk ditonton, keren pokoknya.”

credit : nixbeyondhollywood

Silakan Klik foto dibawah ini jika ingin menonton film ‘My Way

Source : Dramacrazy

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on September 4, 2012 in Review Film/Drama

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: