RSS

A Wish For Love

22 Sep

a wish for love

A Wish For Love

Penulis : Mariskova

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Love is a myth.

Cinta hanya datang kepada sedikit orang yang beruntung. Dan aku bukan salah satu yang beruntung itu.

But that’s fine. Aku tidak membutuhkan cinta. Menurutku, dua orang dewasa yang saling peduli dan menghormati sudah cukup untuk menjalin hubungan yang baik. Seperti aku dan Rio. Bertahun-tahun aku menjadi kekasih Rio tanpa pernah mencintainya dan itu sudah cukup. I can live with that. I really can… sampai seorang laki-laki lain membuat duniaku berhenti berputar dengan senyumnya dan mata bulan sabitnya.

Kini ada dua laki-laki mengharapkan cintaku. Siapa yang harus kupilih?

If I have to choose love, why does it hurt so much?

 

A Wish For Love, bercerita tentang seorang wanita bernama Kirana yang berprofesi sebagai pengajar di sebuah Universitas. Di usianya yang ke-29 tahun, Kirana beranggapan Cinta tidak lebih dari sekedar mitos, yang hanya datang pada sedikit orang beruntung, dan dia bukan salah satu diantara orang-orang yang beruntung itu.

Menjalin hubungan bertahun-tahun dengan Rio tanpa merasakan cinta pada sosok terdekatnya itu, Kirana tidak pernah merasa bermasalah, karena baginya sebuah hubungan itu tidak harus dilandasi cinta, tanggung jawab dan kedewasaan yang diperlukan dalam sebuah hubungan.

Lain halnya dengan Rio, sosok yang mencintai Kirana dengan sepenuh hati, sosok yang rela melakukan apa saja untuk bisa melihat Kirana bahagia dan menatapnya dengan tatapan penuh cinta, yang selama ini didambakannya. Rio seakan tidak pernah lelah memberi perhatian pada Kirana, walaupun semua itu terkadang membuat Kirana jengah dan marah. Walau terkadang Rio merasa hanya dirinya yang memiliki cinta, ia tetap bertahan di sisi Kirana.

Ketidakpercayaan Kirana akan cinta seolah tergoyahkan ketika ia bertemu dengan sosok laki-laki bermata bulan sabit bernama Fukuda Yoshiaki, seorang Profesor muda asal Jepang, dalam sebuah konferensi di Bali. Sejak melihat sosok Yoshi, Kirana merasakan debaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Yoshi seakan berhasil membuka bagian hati Kirana tempat di mana cinta itu sebelumnya tersembunyi. Kenangan yang terciptakan antara Kirana dan Yoshi di Bali seakan menyisakan begitu banyak rasa di hati keduanya. Namun berbagai pertimbangan membuat mereka memutuskan untuk meredam semua rasa dan menjadikan apa yang terjadi diantara mereka sebagai kenangan indah yang pernah ada.

Meredam dan melupakan rasa cinta yang baru terasa ternyata tidak semudah yang dipikirkan Kirana, sosok Yoshi yang mendebarkan hatinya tetap memenuhi memorinya, begitu sulit untuk dilupakan. Menjalani hubungan dengan Rio setelah bertemu dengan Yoshi, dirasa berkali-kali lebih berat dan menjengahkan dari sebelumnya. Terlebih ketika Yoshi datang ke Jakarta untuk menemui Kirana dengan membawa segenap cintanya pada wanita itu.

Pilihan tersulit dihadapkan pada Kirana. Mengeratkan genggaman ke tangan Rio yang begitu mencintainya, atau memilih Fukuda Yoshiaki, laki-laki yang mendebarkan hatinya dan merasuki dirinya dengan perasaan cinta.

Ini novel yang paling saya tunggu, setelah novel terakhir yang ditulis Mba Mariskova, salah satu penulis Indonesia favorit saya. Selalu suka dengan gaya penceritaan penulis satu ini yang terasa mengalir, kadang terkesan ceplas-ceplos, sangat menarik. Dan saya tetap paling suka cara penulis ini ketika memulai ceritanya, dengan setting unik, seperti dikejar-kejar preman, di novel ini, atau skenario kematian, di novel sebelumnya, yang membuat pembaca tertarik untuk membaca lembar selanjutnya untuk tahu kelanjutan ceritanya.

“Love is not everything, oxygen is.” salah satu kutipan dalam novel ini, yang mengingatkan saya pada kutipan di Writer vs Editor, “Cinta bukan Oksigen, jadi walaupun tanpa cinta kita akan tetap hidup dengan baik.”

Secara keseluruhan novel ini keren, memuat kelucuan, kesedihan dan kegamangan yang terceritakan dengan begitu baik.. sangat layak untuk dibaca.

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on September 22, 2013 in Resensi Buku/Novel

 

Tags: , , ,

2 responses to “A Wish For Love

  1. mariskova

    September 22, 2013 at 11:39 am

    Makasiiiiiiy ripiuwnyaaaa! *hugs*
    Sepertinya aku harus mukai baca writer vs editor nih 😉

     
    • nyonyakim

      September 22, 2013 at 5:33 pm

      wahh.. Writer vs Editor mau dibaca penulis favorit, semacam deg2an ini jadinya.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: